Kita sering mendengar pepatah "Rukun Agawe Sentosa, Crah Agawe Bubrah". Secara harafiah artinya: Rukun membuat kuat/kokoh, bercerai membuat hancur. Dalam dunia fisika, ini adalah fenomena Konstruktif Interferensi.
Bayangkan dua gelombang air yang bergerak searah. Jika puncak gelombang bertemu puncak gelombang lainnya, maka air akan naik jauh lebih tinggi. Itulah Sentosa (Kokoh). Namun jika puncaknya bertemu lembah gelombang lain, mereka akan saling mematikan. Itulah Bubrah.
Di kantor atau dalam keluarga, "Rukun" bukan berarti setuju terus-menerus. Rukun adalah upaya menyelaraskan visi (frekuensi) agar hasil kerja kolektif jauh melampaui kemampuan individu masing-masing.
Saat frekuensi anggota tim sudah "Rukun", hambatan seberat apapun akan terasa ringan karena energi tidak habis dipakai untuk konflik internal, melainkan fokus pada solusi eksternal.